Minggu, 22 Maret 2009

ppkn Mengapa Sukarno memusuhi malaysia?


Mengapa Sukarno memusuhi malaysia?


Malaysia adalah suatu negara yang terletak di Asia tenggara, secara garis besar wilayahnya terpisah atas Malaysia barat yang terletak di semenanjung melayu (atau malaya) dan Malaysia timur yang terletak di sebelah utara pulau kalimantan (atau disebut juga kalimantan utara). Rakyat Malaysia merupakan rakyat yang satu ras (serumpun) dengan bangsa Indonesia, hubungan antar kedua belah rakyat pun telah terjalin sejak berabad-abad lamanya.

Namun pada tahun 1964, Sukarno mencanangkan Dwikora atau Dwi Komando Rakyat. Dimana dalam satu isi Dwikora tersebut adalah menghancurkan Negara Malaysia. Atau yang lebih dikenal oleh publik Indonesia dengan sebutan ganyang Malaysia. Dari perbuatan Sukarno sebagai Presiden Indonesia di atas, terbesitlah suatu pertanyaan, mengapa Indonesia memusuhi Malaysia?
Latar Belakang
Suatu peristiwa tentunya ada hal yang melatar belakanginya, adanya sebab musabab, mustahil adanya sesuatu hal atau peristiwa terjadi tanpa adanya sebab. Begitu pula dengan perintah Sukarno untuk menghancurkan (atau mengganyang) negara malaysia, tentu ada sebab dan alasan yang melatar belakanginya.
Pada awalnya, tanah semenanjung Malaya telah "dimerdekakan" atau "dihadiahkan kemerdekaan" oleh Inggris pada tahun 1957. Kemudian pada tahun 1961, Pemerintah kolonial Inggris juga berencana meninggalkan kalimantan utara. Pada saat itu, pulau Kalimantan dibagi atas 4 (empat) daerah administratif. Sebelah selatan (yang merupakan sebagian besar) dibawah Indonesia, sementara di utara terdapat kesultanan Brunei serta 2 (dua) buah koloni Inggris yaitu serawak dan Britania Borneo Utara (kemudian dinamakan sabah). Sebagai bagian dari rencana penarikannya dari kalimantan utara, Pemerintah Kolonial Inggris hendak membentuk Negara Malaysia. Yang terdiri atas tanah semenanjung malaya ditambah koloni Inggris di Kalimantan utara.
Pada saat itu, Indonesia yang masih di bawah Presiden Sukarno memiliki garis politik yang sangat bertentangan dengan Inggris. Dengan dibentuknya Negara Federasi Malaysia, secara militer Presiden Sukarno merasa dikepung oleh Inggris. Dan Sukarno melihat hal ini sebagai ancaman bagi Revolusi Indonesia yang sedang berjalan. Terlebih dengan masih ditempatkannya pasukan Inggris dan pasukan gurkha di Malaysia.
Dari sudut sosial kemasyarakatan, susunan sosial malaysia juga sangat bertentangan dengan ideologi Indonesia yang mengarah pada sosialisme. Pada masa itu, keadaan sosial Malaysia tersusun atas tuan-tuan tanah bangsawan, atau singkatnya berpaham feodalisme kental. Dan Pemerintah Inggris sengaja membantu tuan-tuan tanah tersebut mempertahankan sistem sosialnya yang timpang dan senjang, dengan alasan memperkuat sekutunya (kaum tua tanah) dalam membendung komunisme.
Pada tanggal 8 desember 1962, sekelompok tentara yang menamakan diri TNKU (Tentara Nasional Kalimantan Utara) mengadakan pemberontakan dan hendak menculik Sultan Brunai namun gagal. Sultan Brunai lalu meminta bantuan Inggris di Singapura, pembenontakan TNKU tersebut kemudian ditindas dengan kejamnya. Peristiwa ini membuat Sukarno merasa bahwa rakyat Indonesia perlu untuk memberikan bantuan pada perjuangan rakyat kalimantan utara yang berupaya membebaskan diri dari Pemerintah Kolonial Inggris beserta antek-antek bonekanya.
Namun, peristiwa khusus (langsung) yang menyebabkan Indonesia memusuhi Malaysia adalah pelanggaran Perjanjian oleh Malaysia. Pada saat itu, antara Indonesia, Philipina, dan Malaysia sepakat bahwa akan diadakan pemilihan (referendum) untuk menentukan nasib rakyat kalimantan utara. Berarti, Indonesia akan menerima pembentukan Malaysia apabila mayoritas rakyat di kalimantan utara menyatakan kehendaknya untuk itu dalam referendum di atas.
Akan tetapi, sebelum hasil referendum diumumkan Malaysia dengan seenaknya melanggar Perjanjian dengan langsung membentuk Negara Malaysia pada tanggal 16 september 1963 . Malaysia merasa hal ini adalah urusan dalam negerinya yang seharusnya bebas dari campur tangan Indonesia. Indonesia merasa hal ini sebagai pelanggaran Perjanjian Internasional dan bukti adanya intervensi Inggris dalam pembentukan malaysia. Suatu tidakan yang membuat Sukarno dan Indonesia berang.
Pertempuran
Ketegangan antara Indonesia dan Malaysia sudah bermula sejak awal Sukarno menentang pembentukan Malaysia. Namun secara resmi diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Soebandrio pada tanggal 27 Januari 1963, yang menyatakan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan dengan Negara Malaysia. Lalu Sukarno pada tanggal 27 Juli 1963, Sukarno menyatakan niatnya untuk "mengganyang" Malaysia.
Kemudian dikirimkanlah sukarelawan dan sukarelawati Indonesia ke semenanjung Malaya dan kalimantan utara. Pengiriman dilakukan melalui 3 (jalur), yaitu melalui darat, laut, dan udara (melalui pasukan payung). Tujuannnya jelas, untuk melakukan infiltrasi dan menghancurkan atau mengagalkan terbentuknya negara Malaysia. Hasil dari penginfiltrasian ini adalah terjadinya bentrokan-bentrokan antara tentara malaysia-inggris melawan tentara sukarelawan Indonesia. Aktivitas angkatan bersenjata Indonesia di Perbatasan pun juga meningkat. Berikut aktivitas infiltrasi (pertempuran) yang pernah tercatat :
  • Pada 1964 pasukan Indonesia mulai menyerang wilayah di Semenanjung Malaya;

  • Di bulan Agustus 1964, enam belas agen bersenjata Indonesia ditangkap di Johor;

  • Pada 17 Agustus 1964, pasukan terjun payung Indonesia mendarat di pantai barat daya Johor dan mencoba membentuk pasukan gerilya;

  • Pada 2 September 1964 pasukan terjun payung Indonesia didaratkan di Labis, Johor;

  • Pada 29 Oktober 1964, 52 tentara Indonesia mendarat di Pontian, di perbatasan Johor-Malaka dan ditangkap oleh pasukan Rejimen Askar Melayu Di Raja;

  • Pada Januari 1965, Australia setuju untuk mengirimkan pasukan ke Kalimantan setelah menerima banyak permintaan dari Malaysia. Pasukan Australia menurunkan 3 Resimen Kerajaan Australia dan Resimen Australian Special Air Service. Ada sekitar empat belas ribu pasukan Inggris dan Persemakmuran di Australia pada saat itu;

  • Pada pertengahan 1965, Indonesia mulai menggunakan pasukan resminya;

  • Pada 28 Juni, mereka menyeberangi perbatasan masuk ke timur Pulau Sebatik dekat Tawau, Sabah dan berhadapan dengan Regimen Askar Melayu Di Raja.

Kekalahan Indonesia

Pada pertengahan 1965, publik Indonesia percaya bahwa Indonesia akan memenangkan pertempuran melawan Malaysia-Inggris, dan berarti Federasi Malaysia akan dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Indonesia.
Namun kenyataan yang terjadi ternyata berbeda. Sebab, pada akhir bulan september 1965 telah terjadi suatu gerakan bahkan pergulatan dalam militer Indonesia. Peristiwa pergulatan ini berawal dari diculik dan dibunuhnya beberapa PATI (perwira tinggi) Angkatan Darat. Namun, akhir dari peristiwa ini ternyata sangat luas dan dalam bagi keadaan politik Indonesia, yaitu hancurnya PKI (Partai Komunis Indonesia) secara total dan beralihnya kekuasaan dari Presiden Soekarno pada Rezim militer di bawah pimpinan Soeharto.

Penguasa baru di Indonesia (Soeharto), rupanya lebih memilih untuk bersekutu dengan kaum imperialis Inggris-Amerika termasuk anteknya yaitu Malaysia. Karena itu, dengan alasan berkonsentrasi menyelesaikan permasalahan dalam negeri, Soeharto menghentikan permusuhan dengan Malaysia. Perlu untuk diingat, yang dimaksud dengan menyelesaikan permasalahan dalam negeri adalah berupa pengejaran dan pembantaian terhadap orang-orang yang dianggap atau dituduh berhubungan dengan PKI (Partai Komunis Indonesia), dan mereka yang dikejar dan dibantai adalah orang-orang tak bersenjata.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar